Minggu, 01 November 2009

marip teguh

Menggapai Cinta dengan Puasa

08.21.2009 by redaksi in Super Hikmah

Ternyata bukan hanya umat Muhammad yang berpuasa. Sejarah mencatat, sebelum kedatangan Muhammad, umat Nabi yang lain diwajibkan berpuasa. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, sejak Nabi Nuh hingga Nabi Isa puasa wajib dilakukan tiga hari setiap bulannya. Bahkan, nabi Adam alaihissalam diperintahkan untuk tidak memakan buah khuldi, yang ditafsirkan sebagai bentuk puasa pada masa itu. “Janganlah kamu mendekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”. (Al-Baqarah: 35).

Begitu pula nabi Musa bersama kaumnya berpuasa empat puluh hari. Nabi Isa pun berpuasa. Dalam Surah Maryam dinyatakan Nabi Zakaria dan Maryam sering mengamalkan puasa. Nabi Daud alaihissalam sehari berpuasa dan sehari berbuka pada tiap tahunnya. Nabi Muhammad saw. Sendiri sebelum diangkat menjadi Rasul telah mengamalkan puasa tiga hari setiap bulan dan turut mengamalkan puasa Asyura yang jatuh pada hari ke 10 bulan Muharram bersama masyarakat Quraisy yang lain. Malah masyarakat Yahudi yang tinggal di Madinah pada masa itu turut mengamalkan puasa Asyura.

Begitu pula, binatang dan tumbuh-tumbuhan melakukan puasa demi kelangsungan hidupnya. Selama mengerami telur, ayam harus berpuasa. Demikian pula ular, berpuasa baginya untuk menjaga struktur kulitnya agar tetap keras terlindung dari sengatan matahari dan duri hingga ia tetap mampu melata di bumi. Ulat-ulat pemakan daun pun berpuasa, jika tidak ia tak kan lagi menjadi kupu-kupu dan menyerbuk bunga-bunga.

Jika berpuasa merupakan sunnah thobi’iyyah (sunnah kehidupan) sebagai langkah untuk tetap survive, mengapa manusia tidak? Terlebih lagi jika kewajiban puasa diembankan kepada umat Islam, tentu saja memikili makna filosofis dan hikmah tersendiri. Karena, ternyata puasa bukan hanya menahan dari segala sesuatu yang merugikan diri sendiri atau orang lain, melainkan merefleksikan diri untuk turut hidup berdampingan dengan orang lain secara harmonis, memusnahkan kecemburuan sosial serta melibatkan diri dengan sikap tepa selira dengan menjalin hidup dalam kebersamaan, serta melatih diri untuk selalu peka terhadap lingkungan. Rahasia-rahasia tersebut ternyata ada pada kalimat terakhir yang teramat singkat pada ayat 183 surah al-Baqarah. Allah swt memerintahkan: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa”. (QS. Al-Baqarah: 183).

Allah swt mengakhiri ayat tersebut dengan “agar kalian bertakwa”. Syekh Musthafa Shodiq al-Rafi’ie mentakwil kata “takwa” dengan ittiqa, yakni memproteksi diri dari segala bentuk nafsu kebinatangan yang menganggap perut besar sebagai agama, dan menjaga humanisme dan kodrat manusia dari perilaku layaknya binatang. Dengan puasa, manusia dapat menghindari diri dari bentuk yang merugikan diri sendiri dan orang lain, sekarang atau nanti. Generasi kini atau esok.

Mazhab sosialisme yang mengalami masa kolapnya di Eropa, tak mampu mengubah, menambah dan mengurangi jatah perut pengikutnya. Mereka, para sosialisme yang dianggap sebagai “mazhab buku” tak pelak lagi memandang puasa sebagai “satu-satunya sistem sosialis yang paling unik dan justeru paling benar”! Bagaimana tidak, puasa adalah kefakiran secara ‘paksa’ yang ditentukan oleh syariat agama kepada seluruh umat (Islam) tanpa pandang bulu. Islam memandang sama derajat manusia, terutama soal “perut”. Mereka yang memiliki dolar, atau yang mempunyai sedikit rupiah, atau orang yang tak memiliki sepeserpun, tetap merasakan hal yang sama: lapar dan haus. Jika sholat mampu menghapus citra arogansi individual manusia diwajibkan bagi insan muslim, haji dapat mengikis perbedaan status sosial dan derajat umat manusia diwajibkan bagi yang mampu, maka puasa adalah kefakiran total insan bertakwa yang bertujuan mengetuk sensitifitas manusia dengan metode amaliah (praktis), bahwasanya kehidupan yang benar berada di balik kehidupan itu sendiri. Dan kehidupan itu mencapai suatu tahap paripurna manakala manusia memiliki kesamaan rasa, atau manusia “turut merasakan” bersama, bukan sebaliknya. Manusia mencapai derajat kesempurnaan (insan kamil) tatkala turut merasakan sensitifitas satu rasa sakit, bukan turut berebut melampiaskan segala macam hawa nafsu.

Ada sejenis kaidah jiwa, bahwasanya “cinta” timbul dari rasa sakit. Di sinilah letak rahasia besar sosial dari hikmah berpuasa. Dengan jelas dan akurat, Islam melarang keras segala bentuk makanan, minuman, aktivitas seks, penyakit hati dan ucapan merasuki perut dan jiwa orang yang berpuasa. Dari lapar dan dahaga, betapa kita dapat merasakan mereka yang berada di garis kemiskinan, manusia papa yang berada di kolong jembatan, atau kaum tunawisma yang kerap berselimutkan dingin di malam hari atau terbakar terik matahari di siang hari. Ini adalah suatu sistem, cara praktis melatih kasih sayang jiwa dan nurani manusia. Adakah cara yang paling efektif untuk melatih cinta? Bukankah kita tahu bahwa selalu ada dua sistem yang saling terkait: yang melihat dan yang buta, yang cendikia dan yang awam, serta yang teratur dan yang mengejutkan.

Jika cinta antara orang kaya yang lapar terhadap orang miskin yang lapar tercipta, maka untaian hikmah kemanusiaan di dalam diri menemukan kekuasaannya sebagai “sang mesias”, juru selamat. Orang yang berpunya dan hatinya selalu diasah dengan puasa, maka telinga jiwanya mendengar suara sang fakir yang merintih. Ia tidak serta merta mendengar itu sebagai suara mohon pengharapan, melainkan permohonan akan sesuatu hal yang tidak ada jalan lain untuk disambut, direngkuh dan direspon akan makna tangisannya itu. Orang berpunya akan memaknai itu semua atas pengabdian yang tulus, iimaanan wa ihtisaaban. Semua karena Allah, karena hanya Dia Sang pemilik segala hal (PV).

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
1430 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

mario teguh

Mario Teguh Golden Ways 23 Agutus 2009: Dusta Putih

08.24.2009 by redaksi in Super Notes

Sahabat indonesia yang baik hatinya, dan yang sedang membangun kepantasan untuk ber-reaksi baik. Pada hari ke tiga bulan ramadhan ini, ijinkan kami untuk kembali menyampaikan point-point penting dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi 23 Agustus 2009. Tema yang dibawakan kali ini adalah ‘Dusta Putih’. Semoga di bulan yang penuh berkah ini kualitas pribadi kita bisa menjadi lebih baik lagi, dan menjadi jalan kebaikan bagi orang lain. Tanpa panjang lebar lagi, berikut adalah resume yang bisa kami catat:

dustaputih1

Kejujuran adalah sebuah kesaktian yang modern, sehingga orang-orang yang jujur hidunya lebih mudah berhasil. Tetapi ada dusta yang hitam yang sering dilakukan oleh orang yang gemar berdusta. Tetapi ada saat dimana orang-orang jujur harus berdusta, dan itu yang kita sebut Dusta Putih.

Tidak berarti tidak luka hatinya dalam dusta, karena semua dusta itu melukai. Yang jujur ketika harus berdusta, pasti terlukai hatinya, dan bisa melukai orang yang didustai serta orang yang melihat kita berdusta.

Kita harus tidak hanya menjadi pribadi profesioal, tetapi juga menjadi pribadi spiritual.Yang profesionalismenya berjalan sangat ajaib,ada banyak sekali ha-hal yang bisa dicapai oleh orang muda, tetapi tidak bisa dicapai oleh orang berpengalaman. Karena ada hal-hal yang bisa menepatkan orang-orang yang jujur.

Banyak orang ingin melakukan sesuatu yang jujur dalam kehidupannya, tetapi tidak tahu sejujurnya apa yang bisa dilakukannya.

Semua strategi pemikiran kita mengenai harus apa hidup ini, mungkin akan selesai apabila kita itu berfolus pada guna. Kalau kita belajar gunanya untuk apa?, kalau kita bekerja gunanya untuk apa?,

Bisa kita simpulkan dengan mudah sebagian dari kita bekerjanya hanya untuk cari uang, tanpa tujuan menjadi berguna untuk sesuatu.

Lalu bagaimana kita bisa mencapai keadaan dimana kita tahu sekali untuk apa kehidupan kita, kalau bekerjanya bukan untuk beguna, tetapi hanya untuk cari uang. Tidak-kah anda tahu bahwa cari uang bisa sama lemahnya dengan nemu uang?, Karena banyak orang yang nemu uang bisa lebih besar, daripada yang mencari bertahun-tahun.

Jadi kalau orang mau hidup dalam kejujuran, dia harus betul-betul ikhlas pada kegunaan yang bisa disampaikannya. Tetapi banyak orang, selalu bertanya dulu, ‘apakah ada uangnya?’,di tempat dimana dia berguna. Dan jawabannya pasti selalu ‘Ya’, karena itu dijamin oleh Tuhan, bahwa yang berguna akan dimuliakan.

Tetapi kita ragu dan kita dusta kepada diri sendiri. Dan tidak ada yang bisa menolong orang yang mendustai dirinya sendiri.

Beratnya untuk bohong itu hanya terasa bagi orang yang berupaya jujur. Kalau orang yang tidak jujur, sangat mudah berbohong. Kejujuran adalah sebuah kesaktian, yang tidak akan menetap lama di pribadi yang tidak kuat.

Seperti semua ilmu kebathinan itu yang tidak tahan itu bukan ilmunya, tetapi orangnya. Sama halnya dengan kejujuran, untuk percaya bahwa kejujuran itu hal yang baik dan membaikkan, tidak semua orang, bahkan pada orang yang sudah mengumumkan dirinya beriman, tetap jujur.

Bukan mereka tidak mau jujur, tetapi karena mereka tidak tahu, bahwa itu tidak boleh dilakukannya. Jadi kejujuran itu adalah ilmu yang tidak bisa menetap pada pribadi yang tidak kuat.

Seorang pemimpin itu tidak pernah bisa bohong, karena banyak yang dipimpinnya lebih pandai dari dia. Sehingga seorang pemimpin yang berbohong sedang jujur tentang kebodohannya.

Kesaktian kita adalah kejujuran, karena disamping memberikan kekuatan, kejujuran itu sendiri adalah ketepatan. Orang yang jujur, bahkan menyelesaikan masalah yang belum terjadi.

Orang yang jujur menerima pendapatan, melaksanakan tugasnya tidak akan menemui masalah dengan fitnah mengenai uang dan jabatan.

Hanya orang yang tidak lurus yang akan kena fitnah dan masalah itu. Itu sebabnya kejujuran itu adalah kesaktian, kejujuran itu juga ketepatan.

Kejujuran itu, kalau dilihat oleh yang tidak jujur, itu sesuatu yang menyakitkan. Tetapi kejujuran itu hanya akan menyakitakan orang yang tidak jujur. Yang jujur malah ingin kita jujur kepadanya.

Orang jujur itu tidak diajarkan untuk kasar, untuk tidak sopan, dan merendahkan orang lain. Karena orang jujur itu harus juga santun. Karena orang tidak baik itu adalah orang baik yang tersiksa.

Jadi orang tidak jujur termasuk yang sedang menyimak program ini, adalah orang yang sedang minta tolong. “Bantu aku, untuk lebih kuat dari kecenderungan ku untuk berlaku tidak jujur”. “Karena aku orang baik yang tersiksa, oleh pemuka agama yang palsu,oleh pejabat yang korup, oleh orang tua yang juga palsu, oleh adik-adik yang meghianatiku”. Karena orang baik yang tersiksa akan jadi buruk.

Seorang ulama yang suci akan terpaksa minum air yang kotor kalau kehausan. Berkasih sayanglah, percayalah kalau kita bantu orang berpihak kepada yang baik, bahkan penjahatpun akan merindukan kebaikan.

Kalau anda berada dalam sebuah sungai, jangan berusaha mengubah arus, karena lingkungan anda lebih kuat dari anda. Ikutilah arusnya, pelajari kenapa orang berlaku tidak jujur atau terpaksa tidak jujur. Mudah-mudahan tidak jauh dalam perjalanan anda hanyut, anda menjadi pribadi yang kakinya kokoh masuk kedalam dasar sungai. Setelah itu anda bisa mencegahnya dengan tegas.

Kita yang jujur dan sakit hati karena lingkungan kita tidak jujur, karena tidak cukup kuat untuk mengharuskan kepada yang benar. Tumbuhlah, lalu setelah kuat, haruskan.

Kalau terjadi sesuatu yang baik, apakah tujuannnya menjadi pribadi yang mulia?, jawabannya ‘Ya’. Apakah kebaikan itu cobaan? “Ya’ bagi yang masih perlu dicoba, sementara bagi yang sudah baik, itu hadiah.

Kalau orang yang mendapat keburukan, apakah tujuannya masih tetap untuk kemuliaan kita? ‘Ya’, karena Tuhan itu Maha Penyayang, tidak ada niat-Nya kecuali memuliakan kita. Maka yang baik dan yang buruk itu terjadi tujuannya sama, supaya kita tetap mulia.

Jadi keburukan yang terjadi kepada kita, yang kemudian menjadikan kita baik, ini sama dengan kebaikan. Itu cara ikhlas menerima yang buruk terjadi. Karena kalau keburukan itu membaikkan, bersyuurlah karena ini adalah kebaikan.

Apabila kita mendengar seseoarang, dia berdusta atau tidak, selalu tanya ke diri anda, “orang ini mau saya lakukan apa?”, inilah cara menguji, kalau yang diinginkan orang itu kita melakukan sesuatu yang buruk, dia mungkin berbohong atau tidak, tapi yang dikatakannya salah.

Sekalipun orang itu berbicaranya ngawur tidak karuan, tetapi kalau kita memutuskan harus melakukan yang baik, orang ini pantas didengarkan.

Ciri orang munafik itu. Jika berbicara berbohong, Jika berjanji tidak ditepati, dan kalau diamanahkan khianat. Yang jelas orang munafik ini tidak bisa dijadikan sandaran.

Kalau ada orang berbohong kepada and, tergantung berapa berwenangnya anda terhadap orang itu. Pernah ada orang yang sangat powerfull mendengar anak buahnya yang juga pangkatnya tinggi berbohong, lalu dia melihat tanpa senyum, serta berbicara dengan tegas “oke ada lagi yang mau anda katakan, yang bukan sebenarnya?”. Kalau terjadi kepada kita kira-kira rasanya seperti apa.

Kalau semua uang yang didapat oleh perusahaan karena kebohongan, dan anda gajian dari situ, itu ujian dari keimanan anda. Apakah anda berani mengajukan surat pengunduran diri walaupun tidak ada pekerjaan lain?. Karena satu rupiah saja yang termakan oleh kita dari harta yang tidak halal, itu akan mengalir menjadi darah, jadi daging, serta membentuk pertumbuhan syaraf kita menjadi tidak baik. Bahkan ada yang berani memberikan makan keluarganya dengan harta haram. Itu sebanya orang-orang yang tidak jujur disiksa oleh kualitas anak-anaknya.

Jadilah pribadi yang mengundang kerinduan orang untuk berlaku baik. Karena banyak orang telah lama bernegosiasi dengan kebaikan dan selalu kalah. Kalau sudah letih menjadi orang tidak baik ada saatnya untuk kangen akan kebaikan.

Jadikanlah kejujuran itu indah dan cantik. Ada banyak orang tua tidak mendidikan disiplin ke anaknya, berapa banyak orang tua yang kalau bicara tidak baik didengar anaknya. Dari kecil anaknya dilatih untuk tidak menghormati kata-katanya, sudah dilarangpun masih dilakukan. Lalu kalau mau menurut anaknya harus dibohongi terbih dahulu.

Perlu diingat orang itu tidak bisa berbohong lama, sehingga anaknya belajar untuk tidak menurut dan tidak mempercayai kata-kata orang tuanya.

Membesarkan anak seperti apakah kita, kalau kata-kata kita tidak didengarkan dan yang didengarkan adalah bohongnya.

Kesalahan itu yang dilupakan adalah lukanya, tetapi yang harus diingat adalah pelajarannya. Jadi tidak mungkin ada orang melupakan kesalahannya karena didalam kesalahan itu ada kekuatan, yaitu pelajaran untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Karena tanda bahwa seseorang itu tidak cerdas, dia dari tahun ke tahun melakukan kesalahan yang sama. Tandanya ia marah tentang hal yang sama.

Bahwa kejujuran itu spontan, hanya kebohongan yang disiapkan. Jadi mengulangi dusta apapun putihnya, adalah latihan untuk menjadi orang berbohong.

Jika seseorang sadar sudah melakukan dusta berkelanjutan sekalipun itu putih, jalan terbaiknya adalah berhenti. Orang yang sudah masuk lubang, harus berhenti menggali.

Jika anda menemui orang yang suka berbohong, apapun yang dibicarakannya itu pasti banyak kebohongan,
- Tanyakan kepada diri anda “apakah orang ini penting?”, kalau tidak penting, tinggalkan.
- Sebetulnya teman anda itu banyak atau tidak?, so, kalau ada orang yang mengeluhkan tentang satu orang temannya, berarti dia mempunyai sedikit teman.

Jika anda mempunyai seorang teman yang tidak jujur, termasuk dalam berorganisasi, tinggakan-lah atau pecat. Tidak boleh ada satu orangpun di organisasi anda yang tidak mewakili kesetiaan anda kepada yang benar.

Tidak harus ketidak jujuran itu kuat, tetapi dari semua hal yang mebuat kita kecanduan, kebohongan adalah yang paling kuat.

Orang yang mulai berbohong, mengahruskan dia berbohong lagi untuk menutupi kebohongan pertama supaya kelihatan jujur. Bisa dibayangkan kalau kebohongan itu dilakukan bertahun-tahun, maka orang akan kebingungan membedakan mana yang jujur dan mana yang tidak.

Orang yang jujur hidupnya lebih mudah, karena tidak harus mengingat-ingat apa yang telah dikatakan dan dilakukannya, karena yang dikatakannya asli.

Kebohongan itu mencandui seseorang, sampai dia akan berupaya bohong kepada Tuhan. Kalau orang sudah berlaku seperti ini, dia sudah kehilangan fitrahnya, dia sudah lupa bagaimana dia dilahirkan.

Sebetulnya banyak dari kita sedang berupaya mengurangi kebohongan, dan mulai menemukan kenikmatan didalam kejujuran.

Tidak ada orang yang mengumumkan kepada dirinya, dan mengumumkan kepada alam bahwa dirinya baru,yang tidak diuji keterlepasannya dari kualitas-kualitas lamanya.

Setiap kali anda mengungkapkan anda baru, orang lain akan menguji apakah anda betul-betul baru, dengan melihat apakah anda menggunakan reaksi lama anda, untuk penghinaan baru.Apakah anda menggunakan cara-cara anda untuk kesempatan tidak jujur yang baru.

Seseorang yang mengatakan baru akan diuji dengan sesuatu yang baru, untuk membedakan apakah dia betul-betul baru atau masih lama. Dan untuk orang-orang yang masih mengalami hal yang sama dengan yang telah dialaminya, berarti dia telah selalu gagal membuktikan bahwa dirinya baru.

Setialah pada yang jujur, yang baru walaupun sulit. Lalu perhatikan setelah itu kehidupan kita membaik.
Setialah pada yang jujur, yang baru walaupun sulit. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Dusta Putih”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.

Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, yang tetap istiqomah menyampaikan nasihat-nasihat terbaiknya untuk kebaikan bangsa ini. Semoga Tuhan selalu memberkati Bapak dan keluarga.

Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super D

mario teguh

20 Cara Membahagiakan Istri

08.26.2009 by redaksi in Super Hikmah

Rumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian. Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :

1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang enyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.

2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :

“ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.

6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.

7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.

8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.

10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :

“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”

11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.

12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :

“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.

15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.

16. Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.

17. Cemburu yang sewajarnya.

18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19. Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.

(Almuhajirun,arrahmah.com)

mario teguh

Mario Teguh Golden Ways 30 Agustus 2009: Jangan Takut Digigit Gajah

08.31.2009 by redaksi in Super Notes

Sahabat indonesia yang baik hatinya, dan yang sedang mengupayakan kebaikan bagi sesama. Pada hari yang baik ini, ijinkan kami untuk kembali menyampaikan point-point super dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV edisi 30 Agustus 2009. Tema yang dibawakan kali ini adalah ‘Jangan Takut Digigit Gajah’. Semoga di bulan yang penuh berkah ini kualitas pribadi kita bisa menjadi lebih baik lagi, dan menjadi jalan kebaikan bagi sesama. Berikut adalah resume yang bisa kami catat:

gigit-gajah

Kita terbiasa menyepelekan yang kecil dan mengkhawatirkan yang besar walaupun belum tentu terjadi. Jadi mungkin cara kita mengkhawatirkan sesuatu yang harus kita sikapi dengan baik, karena cara kita mengkhawatirkan sesuatu lebih melukai daripada sesuatu yang kita khawatirkan.

Semua orang mempunyai mimpi, sebagian orang mimpinya masih ada dan segar, tapi ada orang yang mimpinya sudah dimatikannya, karena kekhawatiran-kekhawatiran dalam hidupnya. Kita semua mempunyai kemampuan yang hebat untuk memimpikan sesuatu, untuk mengkhayalkan kebesaran, untuk menyusun rencana, tetapi semua kekuatan tadi tidak lebih hebat daripada kemampuan kita untuk menunda.

Berapa banyak orang sekarang sebenarnya sedang marah kepada dirinya sendiri, karena tidak tegas memulai, tetapi sangat tegas menunda dan sudah lama.

Orang-orang baik yang bersemangat tetapi yang tersiksa oleh kelemahan hidup akan lama-lama mematikan impiannya. Banyak orang yang mimpinya mati muda padahal dia berencana hidup panjang. Padahal impian adalah satu bentuk perencanaan.

Apabila anda memimpikan sesuatu, anda sedang memantaskan diri bagi sesuatu yang besar didepan. Tapi bagaimana seringnya kita membatalkan itu karena perasaan tidak berhak.

Semua kita punya masalah, tapi setiap orang tidak boleh menganggap masalah orang lain kecil. Karena betapapun kecil masalahnya, telah mencegah pribadi orang itu menjadi orang besar. Sehingga masalah-masalah yang kecil itu mengambil bentuknya yang kuat, karena kita mengijinkannya berperan kuat bagi pelemahan kehidupan kita.

Sehingga untuk semua orang yang mengeluh dan bertanya, mengapa dia tidak menjadi pribadi yang berani, tanyakan ini? “Are you happy?” Biasanya jawabannya ‘No’, Kemudian tanyakan ‘How long are you going to be there?’, “Berapa lama anda akan berada di keadaan seperti itu?”. Banyak orang bersedih dan tahu sudah lama dia bersedih, tetapi tidak punya rencana berapa lama lagi dia akan bersedih.

Tidak ada orang lemah yang mengeluhkan kelemahan, hanya orang kuat yang bisa mengeluhkan kelemahan. Tidak ada orang menegeluhkan kekuatan. Maka jika anda merasa tersiksa, itu pertanda bahwa anda sebetulnya berhak kepada sesuatu yang lebih besar.

Jangan jadikan permintaan kepada Tuhan sebagai opsi terakhir, jika mahluk lain sudah tidak bisa menolong lagi. Dahulukanlah meminta sesuatu kepada Tuhan, setelah itu mintalah saluran. Untuk itu baiklah sama orang, karena silaturahim itu tempat Tuhan menyalurkan rezeki. Semua orang yang hidupnya baik, ia akan baik bagi orang lain, sehingga orang menjadikan jalan lewatnya kebaikan kepadanya.

Menunda dari sesuatu yang baik adalah memperpanjang keadaan yang tidak baik. Berapa banyak orang yang kehidupannya tidak baik dan lemah, tetapi tidak melakukan sesuatu yang baru.

Salah satu sikap yang salah dalam kehidupan ini adalah menganggap bahwa melakukan hal-hal yang sama dengan cara-cara yang sama, mengharapkan mencapai hasil beda.

Mengetahui apa yang harus kita lakukan dan kemudian melakukannya, itu bukan sifat orang biasa. Orang biasa itu sudah tahu apa yang mau dilakukannya, tetapi tetap tidak melakukan yang diketahuinya harus dilakukannya.

Ada orang yang memiliki kemampuan menekan rasa kekhawatiran yang besar sekali. Kekhawatirannya hanya tidak dirasakannya, kekhawatiran itu ada. Kekhawatirannya itu mengakibatkan sesuatu yang harus dilakukan tidak dilakukan. Dia baru merasa khawatir setelah sesuatu itu terlalu besar untuk diabaikan. Karena kekhawatiran yang dibunuh sehingga kita tidak melakukan sesuatu, membuat yang kita khawatirkan berkekuatan besar.

Cara menghilangkan pikiran negatif ketika menghadapi ujian yang diberikan Tuhan kepada kita:
- Jangan berpikiran jelek
- Kalau kita tahu itu hadiah dari Tuhan, kita harus menghadapinya dengan sikap yang indah. Kalau hati kita indah, bahkan kesedihan hatipun akan indah. Syukuri adalah cara terbaiknya, “Terimakasih Tuhan Engkau telah menyedihkan aku, agar aku lebih santun dalam hal ini”.

Hal pertama yang harus diminta tiap hari dalam berdo’a kepada Tuhan adalah minta dimaafkan. Karena kalau kita dimaafkan kita akan langsung naik kelas. Kemudian mintalah sebagai pribadi yang mudah disetujui. Karena orang yang berdo’a itu lebih penting daripada do’anya. Jadi dalam berdo’a itu pastikan kita menjadi orang yang lebih pantas didengar do’anya.

Tuhan itu Maha Pengasih, tidak mungkin Dia taruh keinginan dalam hati seseorang tanpa kewenangan untuk mencapainya. Kita yang mematikan pandangan kita dari kewenangan itu karena takut, tidak percaya bahwa Tuhan itu berperan kalau kita berserah. “Tuhan aku kekasihMu, perankanlah aku”.

Tidak ada orang yang hatinya terlalu kuat. Kalau anda sedang khawatir, jangan pikirkan terlalu banyak. Anda itu menyiram api ke bensin yang namanya takut, gelisah, cemburu, iri dengan pikiran. Hati itu lemah, dan jangan dilemah-lemahkan.

Semua orang-orang yang mencapai kebisaannya, karena menjebak dirinya dalam tugas-tugas yang terlalu besar dari yang tadi dipikirnya bisa.

Pribadi anda itu betapapun tingginya anda sekolah, yang menentukannya adalah andanya. Berapa banyak orang yang sekarang berkarir dibidang yang bukan pendidikannya, karena ternyata pribadinya jauh lebih penting daripada yang diajarkan kepadanya. Jangan sepelekan diri, karena sekecil-kecil-nya diri, ingatlah bahwa Tuhan punya rencana besar. Tuhan itu Maha Besar, tidak mungkin punya rencana kecil bagi yang diciptakannya.

Banyak orang marah dan tersinggung kalau DIMANFAATKAN padahal orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang DIMANFAATKAN. Jadi tampilkanlah diri anda sebaik mungkin agar anda digunakan, dimanfaatkan oleh orangorang yang terbaik dilingkungan anda.

Masalah besar hanya bisa diselesaikan dengan kemauan besar, bukan kemampuan besar. Banyak orang berkemampuan besar, tetapi tidak memiliki kemauan. Tuhan itu Maha Ajaib, banyak keajaiban didalam diri kita ini yang sedang kita sepelekan dengan rasa ragu dan takut.

Seandainya kita ini diberikan kemampuan mengerti harapan orang, kita itu hanya akan mengatakan yang baik baginya, melakukan yang baik baginya, memberikan yang paling diharapakannya. Kita itu banyak mengatakan yang menyinggung perasaan orang, mengambil sesuatu yang melukainya, memberi sesuatu yang menghinanya. Coblah seandainya kita diberikan kepekaan hati.

Perhatikanlah semua orang besar, tidak pernah memerintah, dia mengharuskan semua anak buah mengerti harpannya. Dan semua anak buah yang karirnya baik, adalah anak buah yang tidak harus diperintah, karena mereka mengeti harapan atasannya.

Bagaimana kalau kita menjadikan harapan orang lain sebagai perintah bagi tugas-tugas kehidupan kita?
Anjurannya, jadilah pribadi yang lebih mengerti harapan orang lain, lalu bekerja keraslah atas pengertian itu. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Jangan Takut Digigit Gajah”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.

Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, atas ilmu-ilmu terbaik yang disampaikan kepada Kami. Semoga bangsa ini akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super Download.
Share and Enjoy:

* Print this article!
* Digg
* del.icio.us
* Facebook
* Google Bookmarks
* E-mail this story to a friend!
* Turn this article into a PDF!
* RSS
* Technorati

mario teguh

Mengasah Diri →

Mario Teguh Golden Ways 6 September 2009: Berani Itu Ajaib

09.07.2009 by redaksi in Super Notes

Sahabat Indonesia yang dikasihi Tuhan yang sedang membangun kehidupan yang berbakat bagi rejeki baik. Ijinkan saya untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 6 September 2009, dengan Topik “Berani Itu Ajaib”. Sebetulnya tidak ada kekuatan di luar diri ini yang bisa menghalangi keputusan hati kita untuk pindah dan memasuki ruang baru yang lebih baik; tetapi … walaupun penting dan harus – kita masih saja berkutat dalam keraguan. Berikut adalah resume lengkap yang bisa kami catat:

Pribadi Rasul adalah sosok pribadi yang sangat mulia, yang sangat lengkap sebagai pemuka agama yang baik dan sangat pengasih, tetapi Beliau juga seorang pebisnis tulen yang berhasil. Beliau juga seorang prajurit dan panglima yang gagah berani, yang berhasil menaklukan daratan Eropa pada saat itu.

Untuk itu jangan campur adukan kasih sayang dengan kelemahan. Karena keberanian itu adalah milik orang yang sangat beriman. Karena seseorang yang percaya pada hukum kebaikan, lalu tidak bertindak adalah orang yang mengabaikan perintah dan janji Tuhan.

Topik “Berani Itu Ajaib” agar setiap pribadi dari kita betul-betul tumbuh menjadi pribadi sebagaimana direncanakan oleh Tuhan. Banyak sekali orang sekarang yang sedang mengeluh dalam kehidupannya yang sebetulnya adalah orang-orang yang bertindak kurang berani didalam kehidupan ini. Semakin kita berani semakin baik kehidupan kita, dan semakin kita mengakhirkan keberanian, semakin kita terakhir dalam kehidupan kita.

Hidup kita hanya satu kali, tidak terlalu panjang tetapi sangat penting dan terlalu penting untuk dicoba-coba dalam keraguan dan penundaan. Hidup yang tidak dihidupi dengan berani tidak pantas untuk ada. Karena Tuhan mempunyai rencana-rencana mulia yang bisa dicapai kalau kita ikhlas menyerahkan hal-hal yang tidak pasti dan yang tidak bisa kita lakukan kepada Tuhan.

Mereka yang hanya mau memulai jika setelah pasti, tidak membutuhkan Tuhan. Karena kita ingin mencapai yang lebih besar, yang tidak pasti, karena masa depan adalah isinya ketidak-pastian, maka sangat membutuhkan Tuhan. Dan dia melakukan yang bisa dilakukannya, dan menyerahkan yang hanya bisa dilakukan Tuhan. Kalau tidak sekarang mau kapan lagi, dan kalau tidak anda sendiri yang melakukan, siapa lagi.

Orang berani adalah orang melakukan yang meskipun. Orang biasa melakukan yang berani dilakukan kebanyakan orang, tetapi orang berani disebut berani karena dia melakukan yang ditakutinya.

Keindahan keberhasilan adalah melakukan sesuatu yang tadinya dikatakan tidak mungkin oleh orang lain.

Orang yang masuk dalam suatu keadaan yang membutuhkan keajaiban untuk selamat, dia menyaksikan keajaiban. Sehingga kalau orang mau melihat keajaiban, maka harus berani. Karena keajaiban itu adalah tidak lebih dan tidak kurang adalah campur tangan Tuhan. Akhir dari upaya terbaik kita adalah awal dari campur tangan Tuhan.

Banyak orang yang upaya terburuknya saja belum dimulai, sudah pasrah. Ia tidak akan pernah melihat keajaiban, ia hanya akan menua, menjadi lemah, melakukan yang dilakukan anak muda.

Sepasukan domba yang dipimpin oleh seekor singa, akan mengintimidasi sepasukan singa yang dipimpin domba. Itu sebabnya tidak dibutuhkan pasukan domba yang besar untuk mengintimidasi pasukan singa yang besar, kalau pemimpinnya kurang berani. Maka siapaun yang duduk dalam posisi kepemimpinan, belajarlah dari situ.

Tuhan berjanji, bahwa Tuhan tidak akan memberikan masalah melebihi kemampuan hamba-Nya. Jadi orang itu ditentukan ukurannya oleh ukuran masalah yang dihadapainya. Semakin besar masalahnya, maka semakin besar orang itu. Untuk itu ujilah berapa besar kemungkinan yang bisa kita masuki, melalui memasuki masalah yang lebih besar, dan itu hanya mungkin dilakukan kalau kita bertindak berani. Terlepas apakah kita takut atau berani, bertindaklah berani.

Apakah kita korban dari kelahiran, ataukah pemenang karena keputusan kita sendiri?, jangan yang dikatakan orang membatasi yang mungkin kita capai.

Tidak ada jaminan orang yang berani itu berhasil, karena disamping berani juga ada tuntunan-tuntunan lain yang disebut kebaikan. Orang yang berani dalam kebaikan akan lebih mudah berhasil.

Ada dua komponen pembentuk kebaikan, yaitu benar dan santun. Orang benar tapi tidak santun akan merusak hormatnya orang kepada kebenaran. Orang santun tetapi tidak benar seperti semua penipu. Jadi kalau berani, beranilah dalam kebaikan, karena itu dua jalan yang jadi satu yaitu kebenaran dan penghormatan yang tinggi kepada orang lain.

Seorang petarung dinilai dari ukuran yang dipertarungkan. Ada orang yang marah kalau disinggung masalah pribadi, tetapi ia tidak marah kalau perusahaannya ditipu atau dikorupsi. Pikirkan yang besar, lakukan yang kecil-kecil dengan kesungguhan besar, tahu-tahu kita melakukan sesuatu yang besar.

Kekayaan, kenikmatan, uang memliki kekuatan untuk membiasa. Semua kualitas akan membiasa, itu sebabnya tumbuhlah.

Berani itu adalah sebuah tindakan logis, yang tidak logis tetapi kemudian terbukti logis. Logisnya dia beriman dan percaya, dia melakukan yang bisa dilakukan agar Tuhan melakukan yang tidak bisa dilakukannya. Semua orang yang meragukan anda akan tetap memuji anda saat anda berhasil.

Berani itu harus dilakukan setiap saat, karena saat adalah pembentuk kehidupan. Hidup itu lebih berat daripada mati, karena berani mati itu tidak terlalu terhomrat. Tetapi berani hidup dengan sepenuhnya, membuat harapan orang-orang terkasih terpenuhi. Jadilah pribadi yang berani sepanjang hidup, karena berani hidup itu lebih mulia.

Jalan-jalan keberanian adalah jalan kepemimpinan, tidak ada orang bisa menyebut dirinya, apabila dia tidak membakatkan dirinya dalam jalan keberanian. Alasan mengapa dia didepan karena dia pembuka jalan, itu sebabnya mengalami ketidak-pastian lebih dahulu daripada orang lain.

Sebagai pempimpin juga harus berada di yang paling belakang, sifat dibelakang ini bukan lagi kebranian, tetapi kasih sanyang untuk memastikan yang dibelakang tidak ada lagi yang tertinggal.

Seorang pemimmpin dimasa damai, belum tentu sesuai untuk memimpin dimasa perang. Seorang pemimpin yang cemerlang dimasa perang belum tentu sesuai dimasa damai. Sehingga seutuh-utuhnya pemimpin adalah yang membangun kedamaian dalam masa apapun.

Tidak ada putus harapan yang tidak memutuskan harapan kepada Tuhan. Semua orang putus harapan itu adalah memutuskan harapan kepada Tuhan, membatalkan sifat Beliau yang Maha Merahmati.

Jadi seorang yang berani tidak pernah putus harapan, karena satu tidak boleh berharap kepada orang, dia hanya berharap kepada Tuhan, dan menjadikan keberaniannya sebagai cara untuk menembus dinding yang disebut rasa takut. Rasa takut adalah pemisah antara anda dan kehidupan yang lebih baik.

Berketetapanlah dalam memutuskan dan setelah memutuskan berketetapanlah. Jadi orang yang ragu-ragu dalam hidupnya, ambillah salah satu, dan lakukan. Kalau itu tidak boleh maka akan digagalkan Tuhan, kalau itu benar maka anda akan dibuat mulia disitu.

Keberanian itu adalah pemaksimal kemungkinan, yang menjadikan kemungkinan itu menjadi kenyataan adalah keberanian, bukan kemampuan. Organisasi itu dibangun, supaya kurangnya kemampuan diatas bisa diisi dengan yang dibawah, tetapi keberanian diatas tidak boleh diwakilkan kepada siapapun. Karena seorang pemimpin mempunyai tugas untuk memutuskan yang tidak bisa diwakilkannya.

Sehingga kalau keberanian adalah pemaksimal kemungkinan, maka kurangnya keberanian adalah perusak semua kualitas. Kualitas apapun, jika diberikan pada orang yang kurang berani, hanya akan menjadi mesin indah yang tidak digunakan.

Maka kesimpulannya orang yang kurang berani, kurang berguna baik sebagai kepala keluarga, pemimpin di perusahaan ataupun pemimpin apapun.

Keterdesakan itu bisa dibuat artifisial(dibuat sendiri), batasi target dalam umur, batasi sampai anak/orang tua usia berapa dll. Sehingga anda secara artifisial terdesak dan mengupayakan dengan keberanian lebih.

Perhatikan apa saja yang paling anda takuti, yang mencegah anda menjadi pribadi yang cemerlang itu, lalu lakukan persis yang anda takuti itu. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Berani itu Ajaib”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.

Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, atas nasihat-nasihat terbaik yang disampaikan kepada Kami. Kami akan selalu merindukan akan penasihatan-penasihatan berikutnya.

Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super Download

mario teguh

Mario Teguh Golden Ways 13 September 2009: Pribadi Rumah Kaca

09.13.2009 by redaksi in Super Notes

Sahabat indonesia yang hatinya baik, yang sedang mengupayakan kebeningan hati agar kehidupan ini keliatan indah. Ijinkan saya untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 13 September 2009, dengan Topik “Pribadi Rumah Kaca”. Tujuan utama dari menjadikan kualitas pikiran dan perasaan kita mudah ‘terbaca’ oleh orang lain, adalah menaruh diri kita dalam keterdesakan artifisial untuk SEGERA menjadikan kita pribadi yang berpikiran baik, yang bersikap baik, dan yang berlaku baik. Hanya karenanya kebaikan dalam kehidupan ini menjadi sesuatu yang logis dan wajar untuk kita miliki. Berikut adalah resume lengkap yang bisa kami catat:

kaca1

Kalau orang mengetahui asli perasaan kita, kita akan berhati-hati dengan kualitas perasaan kita. Pribadi rumah kaca mengijinkan perasaannya terbaca dengan mudah. Karena itu cara dia memastikan dirinya setia pada perasaan baik.

Orang yang berstrategi tentang menyembunyikan perasaan dan pendapatnya, tidak pernah mendapatkan perlakuan asli dari orang lain.

Orang yang mau cepat tumbuh menjadi pribadi yang baik, harus mengijinkan perasaannya dibaca. Sehingga apabila perasaannya baik kepada seseorang, orang berlaku baik. Karena prasangka orang kepada kita, itu menentukan bagaimana dia memperlakukan kita.

Waktu kita merasa jelek terhadapa seseorang, apakah orang itu jelek atau tidak, orang itu berespon tidak baik. Sehingga kita terhukum karena responnya, sehingga kita melihat tentang pentingnya berperasaan baik.

Maka orang yang ikhlas membiarkan perasaannya terbaca, ia akan lebih mudah menjadi orang baik. Tuhan selalu tahu apapun strategi penyembunyian perasaan dan pendapat kita.

Jadi Tuluslah kepada orang lain dan tuluslah kepada Tuhan, sehigga prasangka orang baik kepada kita dan prasangka kita kepada Tuhan baik.

Jika Anda terpaksa menerima perlakuan buruk dari orang lain, tampilkanlah kesedihan karena perlakuan itu, tetapi tetaplah berlaku baik. Ini yang membuat, bukan hanya manusia yang akan merasa kasihan kepada kita, tetapi juga Tuhan.

Kita berhak membalas perlakuan buruk yang kita terima, ‘satu mata untuk satu mata’, tetapi akan lebih baik bagi kita jika kita memaafkan.

Tindakan memaafkan adalah tindakan membatalkan hak kita untuk membalas, dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Tuhan, karena Beliau adalah sebaik-baiknya penyelesai masalah.

Dengannya, jika anda memaafkan, anda telah menjadi pribadi yang baik, dan ‘memberikan’ kesempatan kepada Tuhan untuk berlaku yang membaikkan orang yang mendzalimi anda.

Formula pribadi rumah kaca:
- Pribadi rumah kaca itu jelas kebaikannya, tidak mungkin orang salah menilai, karena dia jelas baiknya
- Pribadi rumah kaca itu jelas niatnya, orang yang tidak bisa menyembunyikan niatnya, maka akan cepat jadi orang baik.
- Pribadi rumah kaca itu jelas setiaya.

Kemudian pastikan anda terbaca betul-betul teralu baik untuk dikira selain baik.

Kalau anda mengetahui caranya, tidak ada yang tidak bisa anda lakukan. Maka salah satu berkah dan rahmat yang diberikan kepada kita adalah mengetahui persis apa yang akan kita lakukan, sehingga kita tidak membuat kesalahan.

Meskipun kesalahan itu penting bagi kehidupan, tetapi akan jauh lebih baik banyak tepat daripada salah.

Orang yang bening hatinya akan lebih banyak melihat banyak hal, daripada orang yang hatinya kusam.

Cara anda khawatir lebih melukai anda, daripada kekhawatiran itu sendiri.

Maka khawatirlah, tetapi pastikan cara Anda dalam mengkhawatirkan sesuatu – menjadikan Anda lebih kuat untuk mengatasi atau menyelesaikannya.

Kita itu menjadi pribadi penurut untuk menjadi pribadi yang baik, karena yang dianjurkan untuk dituruti itu adalah cara untuk menjadi baik.

Maka Alangkah indahnya kehidupan ini, jika saja Tuhan menuruti semua permintaan kita.

Tetapi, apakah kita menyadari bahwa ketaatan kita adalah penyebab bagi penghormatan Tuhan kepada permintaan-permintaan kita?

Maka, anjurannya adalah cobalah untuk menjadi lebih menurut.

Semakin besar yang anda rencanakan semakin besar kemungkinan untuk tidak memulai. Maka cita-citakan lah yang besar, tetapi rencanakanlah tindakan sekecil mungkin.

Cita-cita itu besar, harus dipecah-pecah dalam potongan yang kecil sangat sederhana sampai rencana itu jalan sendiri, karena terlalu kecil. Karena hal itulah yang membuat kita bersemangat.

Kepantasan untuk menjadi, selalu mendahului kejadian.

Sehingga pribadi rumah kaca ini sangat sederhana pendekatannya. Yang dicita-citakannya besar, tetapi peta perjalanannya adalah tindakan-tindakan kecil yang sederhana, sehingga dia mudah memulai.

Kalau dia memulai dengan berprasangka baik, dia akan berlaku sebaik mungkin, sehingga kalau dia gagalpun dia gagal dalam mengupayakan sesuatu yang baik.

Orang yang sabar itu karena percaya. Kalau yang berjanji itu suka menipu, kita tidak akan percaya.

Kalau kita percaya kepada Tuhan, Tuhan itu memerintahkan kita sabar, karena sabar itu adalah bukti kita percaya.

Bersabarlah. Karena sabar itu tanda bahwa Anda percaya kepada Tuhan.

Jika kita menyatakan dengan lantang mengenai keimanan kita, maka bersabar seharusnya mudah.

Jika selain itu, marilah kita perbaiki keberserahan kita kepada Tuhan.

Kita tidak mungkin mendapatkan yang bukan hak kita. Kalau Tuhan mempunyai sifat Maha Adil, itu berarti kita akan mendapatkan hak.

Tidak ada orang yang melakukan kebaikan, yang tidak mendapatkan hadiah dari kebaikannya, dan tidak ada orang yang melakukan kesalahan yang tidak harus bertanggung jawab atas kesalahannya.

Maka dengan itu, kita harus membangun kualitas yang pantas bagi kualitas kehidupan yang kita inginkan. Tidak mungkin pribadi yang tidak berkualitas, bisa hidup dalam kehidupan yang berkualitas.

Jadi fokusnya, pribadi kita harus pribadi yang terbantu untuk segera berkualitas, dengan tidak menyembunyikan perasaan dan pikiran buruk.

Jadilah pribadi rumah kaca yang perasaannya segera terlihat, sehingga kita termotivasi karena reaksi orang terhadap kebaikan kita, sehingga kita termotivasi untuk berlaku baik, karena hukuman orang terhadap sikap tidak baik kita.

Beningkanlah hati kita. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Pribadi Rumah Kaca”. Jika sekiranya didapati kekurangan, suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.

Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, atas nasihat-nasihat terbaik yang disampaikan kepada Kami. Kami hanya bisa berdo’a semoga ilmu-ilmu yang Bapak sampaikan semakin berkah.

Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman Super Download.
Share and Enjoy:

mario teguh

Sahabat indonesia yang baik, yang sedang mengupayakan reaksi yang baik dalam setiap kejadiannya. Ijinkan kami untuk kembali menyampaikan resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 18 Oktober 2009, dengan Topik “Reaksi Pengubah Hidup”. Bereaksi yang membahagiakan kita adalah dengan bereaksi seperti dengan cara-cara orang yang berbahagia. Orang bahagia itu akan selalu senyum, bersyukur, dan damai. Karena definisi kebahagiaan adalah kegembiraan dalam perasaan damai yang penuh kesyukuran. Berikut resume lengkap yang bisa kami catat:
Banyak diantara kita yang hanya menjadi pribadi yang mensyaratkan kejadian yang baik untuk dia, dan merasa berbahagia. Hal ini tidak salah karena kehidupan ini isinya kejadian. Sebagian kejadian kita harapkan baik dan sebagian tidak. Tetapi yang menjadikan kehidupan ini besar, kuat dan berbahagia, bukan karena tepatnya pilihan kejadian. Tetapi apapun yang terjadi, kita menggunakannya sebagai alat untuk memperkuat, memperbesar dan membahagiakan hidup kita.
Itu sebabnya kita berbicara mengenai ‘Reaksi Pengubah Hidup’. Bukan kejadian yang merendahkan kualitas hidup, tetapi bagaimana kita berekasi dan menjadikannya sebagai penguat kehidupan kita.
Kejadian yang terjadi kepada kita, lebih banyak yang tidak kita pilih. Hujan, gempa, banjir terkadang fitnah, ujian, nemu uang adalah contoh beberapa kejadian yang tidak bisa kita pilih. Semua yang teradi ini mungkin bukan pilihan, tetapi reaksi kita terhadapnya itu masalah keputusan kita.
Orang2 yang bereaksi baik, akan mendapatkan reaksi baik dari orang lain. Apabila sesuatu yang buruk teradi kepada saya, dan saya bereaksi buruk, maka kualitas rekasi saya memantaskan saya bagi reaksi buruk berikutnya.
Jadi apapun yang terjadi kepada kita, itu mungkin bukan pilihan kita, tetapi bagaimana kita menjadi pribadi setelah itu, sepenuhnya dalam tanggung jawab kita.
Kehidupan ini tidak mengijinkan perjalanan yang datar, yang langsam, dan yang lapang. Kehidupan hanya mengijinkan dua arah perjalanan. Kalau anda sedang tidak naik, berarti anda sedang turun.
Karena ingat setiap dari kita ini, menua, melemah, melupa, dan melamban. Sehingga peluang mendapatkan pendapatan yang sama, itu menjadi tidak sama karena kita menjadi pribadi yang lebih lemah. Sehingga apabila kita menginginkan hasil kita yang lebih besar, maka kemampuan kita untuk mempengaruhi kita dan orang lain, harus lebih kuat daripada proses pelemahan diri kita.
Orang yang paling harus lebih berhati-hati adalah orang yang hidupnya merasa ‘Begini-begini saja’. Banyak orang yang hidupnya merasa ‘begini-begini saja’, sebenarnya tidak demikian, melainkan hidupnya melemah. Karena kalau gaji kita naik 10% bukan suatu kenaikan, kalau harga kebutuhan kenaikannya lebih dari itu.
Jadi berhati-hatilah jika hidup anda merasa ‘begini-begini saja’, berarti anda tidak lebih mampu daripada keharusan-keharusan anda. Kita semua harus belanja, harus membiayai anak sekolah, harus membangun rumah yang sehat, harus memiliki kendaraan yang baik. Ini semua keharusan, dan orang yang merasa hidupnya datar adalah orang yang sedang turun tetapi dia sedang diberi tahu, bahwa dia harus memperbaiki hidupnya dengan perasaan hampir tidak berdaya itu.
Kalau kita melihat sesuatu yang harus diperbaiki, reaksi orang yang beirman adalah memberikan dirinya sendiri melakukan sesuatu dengan bertindak. Kalau tidak bisa melakukannya dengan otot sendiri, ia akan datang untuk menyampaikan nasihat, mengundang orang untuk membantu. Kalau hal ini tidak bisa, maka kita mendo’akannya. Hal terakhir ini juga termasuk keimanan, walaupun dikategorikan lemah.
Apapun yang terjadi adalah pemberitahuan agar kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Kejadian yang baru2 ini terjadi kepada saudara kita di Padang, adalah pemberitahuan bahwa kita masih ada semangat untuk bergotong royong.
Meskipun tidak kita lihat dalam keseharian kita, tetapi yang terjadi sudah menggambarkan bagaimana cepatnya orang menghadirkan dirinya sendiri, untuk berada disamping saudara2 kita yang membutuhkan bantuan. Dan orang yang menitipkan sebagian rejekinya untuk saudara yang terkena bencana, adalah sama baiknya, karena mereka juga membutuhkan dana untuk memperbaiki kehidupan.
Marilah kita menjadikan diri kita untuk menjadi pribadi yang memudahkan untuk membantu, karena itu yang menjadikan kita menjadikan pribadi yang baik. Kita tidak bisa dilebihkan, kalau kita tidak mau memberi.
Kita sebagai manusia, bukan mahluk yang tidak akan menua, merapuh, melapuk dengan berjalannya waktu. Karena kita akan menua, merapuh dan melapuk, maka kewajiban kita adalah memperbaiki diri. Jadi pribadi yang aktif mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan hidup yang baik.
Orang yang mengatakan motivasi itu tidak penting, karena dia merasakan setelah bersemangat, maka semangatnya akan hilang. Orang ini yang tidak perlu mandi, karena setelah mandi akan kotor lagi.
Kita dilahirkan dengan bakat2 kebaikan kita, tetapi pada saat yang sama, kalau kita tahu yang baik, maka tahu yang tidak baik. Masalahnya kita sering memelihara dan membesarkan hal yang tidak baik.
Kita bereaksi cepat pada perlakuan tidak baik orang lain. Sehingga secara hukumnya yang kita perhatikan tumbuh, maka orang yang memperhatikan yang negatif, negatif dalam dirinya tumbuh. Maka berfokuslah pada yang positif.
Takdir itu tidak merampas apapun dan dari siapapun, karena takdir itu sesuatu yang harus dibuktikan. Orang yang tidak tahu takdirnya, sebagaimana kita semua tidak satupun yang mengetahui takdinya, mengetahui tanggung jawabnya untuk menjadi sebaik-baiknya pribadi, agar pantas bagi sebaik-baiknya takdir.
Bereaksi yang membahagiakan kita adalah dengan bereaksi seperti dengan cara2 orang yang berbahagia. Orang bahagia itu akan selalu senyum, bersyukur dan damai. Karena definisi kebahagiaan adalah kegembiraan dalam perasaan damai yang penuh kesyukuran. Maka ia akan bereaksi sangat santun kepada orang, tidak marah berlebihan kalau haknya diambil, karena itu juga kemauan Tuhan.
Jika kejadian burukpun terjadi kepadanya, dia juga tidak akan macam2, karena dia sadar tengah berada dalam pengamatan Tuhan. Karena yang dikasihinya adalah jiwa kecil yang lemah, yang diberi penderitaan tetapi tetap ber-Tuhan.
Ada orang yang syarafnya Paranormal, bahkan ketika sesuatu belum terjadipun sudah mengeluh. Panjangkanlah perkiraan baik kita, orang sudah berekasi baik saat dia tidak bergerak, menjadi pribadi yang tidak baik jika ada yang tidak baik terjadi.
Karena kita tidak tahu takdir, mengapa kita sibuk mengkait-kaitkan kehidupan ini dengan hal yang tidak kita ketahui.
Berfokuslah pada yang kita ketahui, seperti pentingnya kejujuran, memegang amanah, menghargai orang lain, juga berbicara baik - apapun takdirnya. Karena kalau ada orang yang sangat baik, tidak mungkin Tuhan Yang Maha Pengasih menjadikan orang ini untuk disusahkan. Seandainya ada rencana penyiksaan orang, maka Tuhan akan mengubah rencana ini, karena orang ini sudah berubah menjadi lebih baik.
Apapun yang terjadi, jadikanlah diri Anda penolong dan kekuatan yang mengangkatnya. Orang itu kalau berdo’a untuk dua hal, satu untuk pertolongan, dan dua untuk kekuatan. Jadi orang yang menolong orang lain, adalah orang yang diijinkan meneruskan kebaikan dari Tuhan. Lalu kalau kita membantu menggunakan tenaga, pikiran, dan semangat, kita telah menjadi kekuatan yang datang dari sisi Tuhan.
Tidak ada keinginan diatas kemampuan kita nanti. Yang ada itu keinginan diatas kemampuan kita sekarang. Kemamapuan kita itu tumbuh, jadi jangan kecilkan keinginan. Lebih baik gagal mengupayakan sesuatu yang besar, daripada berhasil mengupayakan sesuatu yang kecil. Jadi kalau begitu jangan batasi keinginan, tapi upayakan pertumbuhan kemampauan.
Orang yang melewati sebuah pintu dan tidak berlama-lama melihat pintu, adalah orang yang segera ingin sampai. Tapi banyak orang yang ketika melewati pintu, malah mengamati pintu itu dalam waktu yang lama. Orang2 tipe kedua ini hidupnya akan lambat, karena dia menganalisa kejadian dan memprotes kejadian, padahal semua kejadian adalah pemberitahuan agar kita memperbaharui kehidupan. Jadi, apapun yang terjadi melangkahlah.
Ilustrasinya ada sebuah kampung yang terbakar. Penduduk kampung tersebut terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok A memutuskan pindah ke kampung lain, dan memulai hidup baru. Sementara kelompok B memilih tetap tinggal dan hanya menuntut penggantian kepada orang yang mengakibatkan kampungnya terbakar. Sudah dipastikan 12 bulan kemudian yang lebih berhasil adalah kelompok A, karena kelompok ini meminta bantuan dari Tuhan, sementara kelompok lainnya hanya meminta bantuan dari orang lain.
Kebiasaan adalah sesuatu yang kecil, yang dilakukan berulang-ulang. Dan kita itu dinamai sesuai dengan kebiasaan kita. Jadi orang yang ingin mengubah namanya harus mengubah kebiasaannya. Dan cara mengubah kebiasaan itu adalah dengan memperbaiki hal-hal kecil yang diulanginya.
Jadi orang yang mau bereaksi baik dalam kehidupan adalah melatih yang kecil-kecil. Kebahagiaan akan mudah datang karena kita mendahulukan kebiasaan2 baru yang baik, sehingga namanya-pun akan baik.
Ada suatu pribahasa: orang yang penakut dikalahkan oleh orang yang berani, orang yang berani dikalahkan oleh orang yang nekad, orang yang nekad dikalahkan oleh orang yang gila. Tetapi semua kelompok ini akan dikalahkan oleh orang yang ‘BERUNTUNG’ karena dia berada dalam perawatan Tuhan langsung.
Jadi kalau anda merasa kurang pandai, semakin dekatlah dengan Tuhan. Sehingga keberanian itu kalau tidak kita miliki, bisa kita ganti dengan keberserahan kepada Tuhan Yang Maha Berani.
Semua yang kita inginkan, tidak berada di tempat kita sekarang. Itu sebabnya kita sulit mensyukuri apa yang sudah kita miliki. Jadi orang yang mau menemukan keberhasilan yang telah dimilikinya, harus belajar mensyukuri yang telah dimilikinya.
Kita itu menginginkan yang belum kita miliki, padahal kebahagiaan itu dibangun dari menginginkan yang sudah kita miliki.
Yang menaruh keinginan di hati kita adalah Tuhan. Dan Tuhan itu Maha Pengasih, Beliau tidak mungkin menaruh keinginan di hati kita tanpa kewenangan untuk mencapainya. Kalau kita bergaul pada lingkungan2 yang baik, maka kita akan dibantu untuk menemukan kemampuan itu.
Bersyukur itu harus, dan lebih bersyukur itu hak. Jangan berhenti menginginkan lebih, karena dengan menginginkan lebih, lalu kita bekerja keras, kita mensyukuri dalam kelas2 yang lebih tinggi.
Tuhan mengutus pribadi2 mulia dan menurunkan kitab suci, supaya kita menjadi pribadi yang berpihak kepada yang baik, melakukan yang baik, dan supaya kita hidupnya baik.
Terkadang kita merasa kecil hati melihat bagaimana kita berlaku dalam sulitnya kehidupan. Kita terkadang sedih melihat kelakuan orang lain, tetapi sebenarnya yang lebih menyedihkan adalah memperhatikan kehidupan kita sendiri.
Semua kita akan mengalami kejadian, bisa baik dan bisa tidak baik, tetapi yang menjadikan kita pribadi yang kuat, mulia dan bahagia adalah kualitas dari reaksi kita terhadap kejadian.
Dan kita tidak bisa disebut orang kecil kalau kita bereaksi anggun terhadap yang terjadi. Menangislah sebentar, tetapi meangislah seperti orang besar. Marahlah sebentar, seperti marahnya orang bijak. Tapi segera setelah itu berlakulah baik dan katakanlah yang baik.
Karena apabila yang kita pikirkan baik, yang kita katakan baik, dan yang kita lakukan baik, kita tidak mungkin salah.
Maka,
Pilihlah reaksi yang memuliakan kehidupan, pilihlah reaksi yang memuliakan orang lain. Lalu perhatikan apa yang terjadi.
Demikian resume dari acara Mario Teguh Golden Ways dengan Topik “Reaksi Pengubah Hidup”. Jika sekiranya didapati kekurangan - suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya.
Terimakasih kepada Pak Mario Teguh, yang telah menyadarkan Kami - tentang penting bereaksi baik dalam kehidupan. Semoga setiap pribadi kita berubah dan tumbuh menjadi lebih baik lagi.
Jika sahabat ingin mendengarkan audio rekaman dari nasihat-nasihat Pak Mario Teguh dalam format mp3, silahkan untuk masuk ke halaman